
Program Studi Pendidikan Masyarakat melaksanakan evaluasi perkuliahan sebagai bagian dari upaya penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan sekaligus menjadi bahan refleksi bagi program studi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik.
Berdasarkan laporan survei evaluasi perkuliahan, sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat memberikan respons dan seluruh responden mengisi secara lengkap 14 indikator utama evaluasi perkuliahan. Hasil survei menunjukkan bahwa rerata keseluruhan memperoleh skor 4,30 dari skala 5 atau berada pada kategori “Sangat Baik”.
Hasil tersebut menggambarkan bahwa secara umum mahasiswa memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kejelasan kontrak perkuliahan dan tujuan pembelajaran, penguasaan materi, metode dan media pembelajaran, interaksi akademik, kedisiplinan pelaksanaan perkuliahan, penilaian dan umpan balik, hingga suasana pembelajaran dan kontribusi perkuliahan terhadap kompetensi mahasiswa.
Kesempatan Berdiskusi Menjadi Kekuatan UtamaSalah satu capaian paling menonjol terdapat pada indikator kesempatan mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, dan berpendapat. Indikator tersebut memperoleh skor tertinggi, yakni 4,60, dengan 100 persen respons positif.
Selain itu, mahasiswa memberikan penilaian tinggi terhadap kepuasan umum terhadap pelaksanaan perkuliahan dengan skor 4,40 serta kontrak perkuliahan, tujuan, tugas, dan sistem penilaian dengan skor 4,37. Indikator penguasaan materi dan kejelasan penjelasan juga memperoleh skor 4,33.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa proses interaksi pembelajaran menjadi salah satu aspek yang dirasakan positif oleh mahasiswa. Dalam laporan, dimensi proses dan interaksi pembelajaran memperoleh rerata 4,38 dengan kategori Sangat Baik, mencakup penguasaan materi, penggunaan metode dan media, kesempatan berdiskusi, serta kemampuan menghubungkan materi dengan konteks nyata.
Kedisiplinan Jadwal Menjadi Perhatian PerbaikanMeskipun hasil evaluasi secara keseluruhan berada pada kategori Sangat Baik, laporan juga mengidentifikasi beberapa aspek yang relatif membutuhkan penguatan.
Indikator kehadiran dan pelaksanaan sesuai jadwal memperoleh skor 4,10 dengan respons positif sebesar 86,7 persen. Indikator tersebut menjadi capaian terendah dibandingkan indikator lainnya, meskipun masih berada dalam kategori Baik.
Selain itu, kenyamanan dan ketertiban suasana pembelajaran memperoleh skor 4,17, sedangkan kesantunan dan profesionalitas komunikasi dosen memperoleh skor 4,20. Temuan tersebut diposisikan sebagai area yang perlu dicermati untuk peningkatan mutu, bukan sebagai gambaran adanya persoalan yang bersifat buruk.
Laporan juga menunjukkan bahwa dimensi kedisiplinan jadwal dan kontinuitas layanan memperoleh rerata 4,23. Aspek ini mencakup kehadiran, ketepatan pelaksanaan perkuliahan, serta kejelasan informasi apabila terjadi perubahan jadwal.
Evaluasi Menjadi Dasar Tindak LanjutEvaluasi perkuliahan tidak hanya berhenti pada perolehan skor. Program studi diarahkan untuk menggunakan hasil survei sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan yang terukur.
Beberapa tindak lanjut yang direkomendasikan antara lain mempertahankan praktik baik dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi, meningkatkan pemantauan kehadiran serta pelaksanaan perkuliahan sesuai jadwal, memperkuat konsistensi informasi mengenai tugas dan penilaian, serta memastikan pemberian umpan balik kepada mahasiswa terdokumentasi melalui media pembelajaran yang mudah diakses.
Masukan terbuka mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Dari respons yang diberikan, teridentifikasi 10 masukan substantif yang berkaitan dengan kontrak dan alur perkuliahan, penguasaan materi/metode/media, kehadiran dan perubahan jadwal, penilaian dan umpan balik, serta komunikasi dan suasana pembelajaran. Area penilaian dan umpan balik menjadi area dengan jumlah masukan terbuka terbanyak, yakni tiga respons.
Program Studi Pendidikan Masyarakat selanjutnya diharapkan dapat melakukan evaluasi tindak lanjut pada semester berikutnya dengan membandingkan perubahan rerata skor, proporsi respons positif, serta tema masukan mahasiswa.
Dengan demikian, evaluasi perkuliahan menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang berkelanjutan, bukan sekadar dokumentasi administratif. Suara mahasiswa menjadi salah satu sumber informasi penting untuk mempertahankan praktik pembelajaran yang telah berjalan baik sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan bagi pelaksanaan perkuliahan pada semester berikutnya.
Silaturahmi bersama istri Almarhum Prof.Abdul Rahmat, M.Pd ini untuk menjalin hubungan yang baik serta dirangkaikan dengan perpisahan/ramah tamah mahasiswa program PMM dilingkungan Jurusan Penmas FIP UNG.
APENMASI merupakan wadah para pakar, peneliti, ilmuwan dan praktisi pendidikan masyarakat yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN dan PTS) di seluruh tanah air.