Dari Ruang Kuliah ke Dunia Nyata: Mahasiswa Penmas UNG Gelar Pelatihan Usaha Coffee Shop untuk Tingkatkan Kompetensi Wirausaha.

Oleh: Zulkarnain Anu . May 20, 2026 . 14:13:27

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pelatihan Usaha Coffee Shop untuk Meningkatkan Kompetensi Wirausaha” di lingkungan Kampus I Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Desain dan Perencanaan Diklat yang diampu oleh Dr. Misran Rahman, M.Pd dan Nurain Karnain, M.Pd sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan teori dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah program pendidikan dan pelatihan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga berkesempatan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penguatan kompetensi kewirausahaan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Pendidikan Masyarakat, Muhammad Ibrahim, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inisiatif mahasiswa dalam mengimplementasikan hasil pembelajaran ke dalam kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting dalam membentuk lulusan Pendidikan Masyarakat yang memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, dosen pengampu Mata Kuliah Desain dan Perencanaan Diklat turut memberikan penguatan materi kepada peserta. Dr. Misran Rahman, M.Pd menyampaikan pentingnya pengembangan kompetensi kewirausahaan sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan menciptakan peluang usaha secara mandiri. Beliau menegaskan bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang membangun kreativitas, inovasi, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pada kesempatan yang sama, dosen pengampuh Mata kuliah Nurain Karnain, M.Pd juga memberikan penguatan mengenai pentingnya pendidikan dan pelatihan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan peserta dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat sehingga mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan usaha coffee shop yang dilaksanakan mahasiswa merupakan contoh nyata implementasi pendidikan masyarakat dalam mendukung pengembangan kompetensi dan kemandirian masyarakat.

Materi utama dalam pelatihan ini disampaikan oleh Adip, mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat yang telah memiliki dan mengelola usaha coffee shop secara mandiri. Berbekal pengalaman langsung di dunia usaha, Adip membagikan berbagai pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai peluang bisnis coffee shop, konsep dasar kewirausahaan, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga teknik penyajian minuman kopi dan minuman kekinian yang memiliki nilai jual.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui beberapa metode pembelajaran, yaitu penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pada sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung proses pembuatan dan penyajian minuman kopi dengan pendampingan narasumber. Melalui pengalaman praktik tersebut, peserta dapat memahami secara lebih mendalam tahapan dalam menjalankan usaha coffee shop, mulai dari proses produksi hingga penyajian produk kepada konsumen. Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam kegiatan praktik. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan dan minat masyarakat, khususnya generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha mandiri.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar kewirausahaan, kemampuan mengidentifikasi peluang usaha, pemahaman terhadap strategi pemasaran, serta keterampilan dasar dalam penyajian produk coffee shop. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan motivasi peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan memanfaatkan peluang ekonomi kreatif yang ada di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan pengabdian ini, Jurusan Pendidikan Masyarakat FIP UNG kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan yang aplikatif serta berorientasi pada pengembangan kompetensi dan kemandirian masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lulusan Pendidikan Masyarakat yang profesional, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan.

 

Information

Agenda